PERBEDAAN EFEKTIVITAS MEDIA VIDEO ANIMASI DAN VIDEO INTERAKTIF TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA SDN 02 MANGGILANG KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
DOI:
https://doi.org/10.5281/de10hn29Keywords:
Anak sekolah dasar, Kebersihan gigi dan mulut, Penyuluhan kesehatan, Media video animasi, Media video interaktifAbstract
Kebersihan gigi dan mulut pada anak usia sekolah dasar masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi masalah kebersihan gigi dan mulut di Kabupaten Lima Puluh Kota mencapai 48,15%. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran anak menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas penyuluhan menggunakan media video animasi dan video interaktif terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan gigi dan mulut pada siswa SDN 02 Manggilang. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas V dan VI yang berjumlah 54 orang, ditentukan dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah penyuluhan dengan media video animasi dan video interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa sebelum penyuluhan dengan media video animasi sebesar 65% dan meningkat menjadi 86,2% setelah intervensi. Sementara itu, pengetahuan siswa sebelum penyuluhan dengan media video interaktif sebesar 61,2% dan meningkat menjadi 89,4% setelah intervensi. Hasil uji independent t-test diperoleh nilai p = 0,038, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua media penyuluhan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa media video interaktif lebih efektif dibandingkan video animasi dalam meningkatkan pengetahuan kebersihan gigi dan mulut siswa. Pemanfaatan media interaktif diharapkan dapat menjadi strategi edukasi kesehatan yang lebih optimal dalam membentuk perilaku hidup sehat pada anak usia sekolah dasar.