PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI KOMUNITAS PEDESAAN PIDIE JAYA

Authors

  • Burdah Ali Poltekkes Kemenkes Aceh Author
  • Zilta Ameliaputri Poltekkes Kemenkes Aceh Author
  • Amelia Sari Poltekkes Kemenkes Aceh Author
  • Rima Hayati Poltekkes Kemenkes Aceh Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/atdb5k13

Keywords:

Diabetes mellitus , Complementary therapy , Rural community , Traditional medicine

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat secara global. Penyakit ini memerlukan pengelolaan jangka panjang, namun di masyarakat masih banyak penderita yang memanfaatkan obat tradisional karena diyakini lebih aman, lebih terjangkau, dan menimbulkan efek samping yang lebih ringan dibandingkan obat sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik penggunaan obat tradisional pada penderita diabetes mellitus di Desa Meunasah Jurong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sebanyak 25 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan pengisian kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi serta uraian naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan daun sirih merah (34%) dan daun salam (12%) sebagai terapi tambahan selain obat konvensional. Tanaman obat diperoleh dari pekarangan sendiri (44%) atau dari tetangga (40%), digunakan dalam bentuk segar (92%), direbus (68%), dan dikonsumsi satu kali sehari (96%), terutama saat kadar gula darah >199 mg/dL (100%). Penggunaan obat tradisional masih umum dilakukan sebagai terapi pendamping, sehingga diperlukan pendekatan holistik dalam pengelolaan diabetes pada layanan kesehatan primer.

Downloads

Published

2025-10-13