“LBW-DETECT” DAN DETEKSI DINI RISIKO BAYI BERAT LAHIR RENDAH

Authors

  • Erna Rahma Yani Poltekkes Kemenkes Malang Author
  • Koekoeh Hardjito Poltekkes Kemenkes Malang Author
  • Suwoyo Poltekkes Kemenkes Malang Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/b69h7c87

Keywords:

low birth weight , maternal health , pregnancy , risk factors

Abstract

Kelahiran Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan, namun sebenarnya dapat diprediksi sejak masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji coba LBW-Detect, sebuah aplikasi berbaasis Android untuk deteksi dini risiko BBLR pada ibu hamil. Desain Research and Development (R and D) dilakukan dalam dua tahap penelitian. Tahap satu menunjukkan faktor risiko kejadian BBLR, usia kehamilan kurang dari 37 minggu (r=0,402; p=0,015), usia ibu <25 tahun atau >35 tahun (r=0,486; p=0,003), paritas multigravida (r=0,578; p=0,000), lingkar lengan atas <23,5 cm (r=0,395; p=0,017), kehamilan ganda (r=-0,364; p=0,029), dan asma pada ibu (r=0,346; p=0,039). Fokus group discussion (FGD) melibatkan pengembang aplikasi Android, ibu BBLR telah, dan pakar telah menghasilkan sebuah aplikasi berbasis android dan diberi label “LBW-Detect”. Tahap kedua dilakukan uji coba aplikasi terhadap 36 ibu hamil untuk menilai aspek kemudahan penggunaan aplikasi. Seluruh responden (100%) berhasil mengoperasikan aplikasi, sebagian besar (80%) menyatakan aplikasi membantu mengenali risiko kehamilan, dan 80% merekomendasikan penggunaannya kepada ibu hamil lain. Evaluasi berupa kesulitan dalam memasukkan tanggal lahir (10%), dan disarankan memberikan gambar lebih menarik (35%). LBW-Detect layak digunakan sebagai instrumen deteksi dini BBLR. Perlu penyempurnaan pada desain antarmuka dan fitur input data sebelum implementasi lebih luas.

 

Downloads

Published

2025-10-13