“KOMPLIKASI NEUROLOGIS CAMPAK PADA ANAK: SUATU TINJAUAN SISTEMATIS”

Authors

  • Norlaila Sofia Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Author
  • Noor Adha Aprilea Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Author
  • Asy-Syifa Nashriyah Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Author
  • Lulu Salaya Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Author
  • Intan Mualifiyani Stawabi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/20p7ba48

Keywords:

Children, Encephalitis, Measles, Neurological Complications, Subacute Sclerosing Panencephalitis

Abstract

Latar Belakang: Campak masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia, dengan lebih dari 10.600 kasus pada 2023 dan sekitar 3.400 kasus hingga Agustus 2025. Meskipun sebagian besar kasus bersifat self-limiting, komplikasi neurologis seperti ensefalitis dan Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE) tetap menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak. Tujuan: Meninjau bukti terkini mengenai karakteristik klinis, diagnosis, dan penatalaksanaan ensefalitis akibat campak pada anak melalui kajian sistematis literatur. Metode: Pencarian artikel dilakukan menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan query “measles encephalitis” AND (child OR children OR pediatric) pada basis data Scopus, PubMed, Semantic Scholar, dan Google Scholar, mencakup periode 2015–2025. Seleksi mengikuti pedoman PRISMA melalui tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi. Hasil: Dari 157 artikel yang teridentifikasi, 13 artikel memenuhi kriteria. Sebagian besar (69,2%) berupa laporan kasus. Diagnosis paling sering dilakukan melalui analisis Cerebrospinal Fluid (CSF) dan Electroencephalography (EEG) (≥70%), diikuti Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) (46,1%) dan histopatologi (15,4%). Ensefalitis akut dilaporkan pada 84,6% artikel dengan mortalitas sekitar 50%. SSPE ditemukan pada 53,8% artikel dengan perjalanan progresif dan fatal. Kasus pada anak imunokompromais dan neonatus (15,4% masing-masing) menunjukkan perjalanan lebih agresif. Hanya dua artikel melaporkan intervensi terapi dengan hasil tidak konsisten. Simpulan: Ensefalitis akibat campak pada anak tetap menjadi tantangan serius dengan mortalitas tinggi dan keterbatasan terapi. Implikasi: Kajian ini merangkum bukti terkini mengenai spektrum klinis dan diagnostik ensefalitis campak serta menegaskan urgensi penelitian untuk biomarker dan terapi inovatif di masa depan.

Downloads

Published

2025-10-13