A COMBINATION OF MUSIC THERAPY AND RESPIRATORY RELAXATION AS A SELF-DIRECTED INTERVENTION TO REDUCE PAIN AND ANXIETY POST OP BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA: OREM'S SELF-CARE APPROACH
DOI:
https://doi.org/10.5281/3dhk8931Keywords:
Music therapy, deep breath relaxation, pain, anxietyAbstract
Pasien pasca operasi BPH sering mengalami nyeri dan kecemasan yang menghambat pemulihan. Terapi musik dan relaksasi napas dalam sebagai intervensi non-farmakologis holistik dapat membantu mengatasi keluhan tersebut. Pendekatan ini sejalan dengan teori Self-Care Orem yang menekankan pemberdayaan pasien dalam perawatan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi musik dan relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat nyeri dan kecemasan pada pasien pasca operasi BPH. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-eksperiment dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sebanyak 40 pasien pasca operasi BPH dipilih secara purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan terapi musik dan latihan napas dalam selama dua hari. Skor nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS), dan tingkat kecemasan dinilai dengan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data dilakukan menggunakan paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan skor nyeri dan kecemasan pada kelompok intervensi setelah perlakuan (p < 0,001), serta perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol pada hasil posttest (p < 0,001). Terapi musik dan relaksasi napas dalam efektif menurunkan nyeri dan kecemasan pasien pasca operasi BPH. Intervensi ini mendukung strategi keperawatan self-care yang aman, terjangkau, dan mudah diterapkan, memperkuat praktik keperawatan holistik dan pemberdayaan pasien sesuai teori self-care.