ANALISIS BEBAN EKONOMI PENYAKIT TIDAK MENULAR DAN POTENSI PENGHEMATAN BIAYA KESEHATAN MELALUI INFRASTRUKTUR SEPEDA DI KOTA DENPASAR
DOI:
https://doi.org/10.5281/jnt11b68Keywords:
Economic-Burden, NCD, Cycling, Infrastructure, Cost-SavingAbstract
Latar Belakang: Penyakit tidak menular (PTM) menjadi beban ekonomi utama sistem kesehatan Indonesia dengan peningkatan biaya pengobatan 8-12% per tahun. Kota Denpasar mengalami peningkatan klaim BPJS untuk PTM sebesar 9,1% per tahun dengan dominasi hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Literature internasional menunjukkan cycling dapat menurunkan risiko PTM hingga 30-45%, namun analisis ekonomi mengenai potensi penghematan biaya kesehatan dari infrastruktur sepeda di Indonesia masih sangat terbatas. Tujuan: Menganalisis beban ekonomi PTM di Kota Denpasar dan mengidentifikasi potensi penghematan biaya kesehatan melalui investasi infrastruktur sepeda sebagai strategi pencegahan primer. Metode: Studi deskriptif menggunakan data sekunder BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kota Denpasar periode 2022-2024 dengan sampel 15.247 pasien PTM. Analisis beban ekonomi PTM menggunakan prevalence-based cost-of-illness approach. Estimasi potensi penghematan menggunakan literature-based risk reduction rates dan simple projection model. Hasil: Beban ekonomi PTM di Denpasar mencapai Rp 734 miliar per tahun, didominasi biaya pengobatan hipertensi (38%), diabetes mellitus (31%), dan penyakit jantung koroner (19%). Rata-rata biaya per pasien PTM Rp 2,8 juta per tahun dengan trend peningkatan 9,1% per tahun. Infrastruktur sepeda berpotensi menurunkan incidence PTM sebesar 15-25% dengan proyeksi penghematan biaya kesehatan Rp 110-183 miliar per tahun jika 20% populasi menggunakan sepeda sebagai transportasi aktif. Simpulan: PTM memberikan beban ekonomi signifikan pada sistem kesehatan Denpasar dengan potensi penghematan besar melalui infrastruktur sepeda sebagai strategi pencegahan yang cost-effective.