EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PRAKTIK PENCEGAHAN PENULARAN TB PARU PADA KELUARGA KONTAK SERUMAH DI KABUPATEN PRINGSEWU, PROVINSI LAMPUNG, INDONESIA.
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.16066088Keywords:
Pendidikan Kesehatan, TB Paru, Praktik Pencegahan Penularan, Pengetahuan, Sikap, Keluarga Kontak SerumahAbstract
TB Paru merupakan masalah kesehatan global dan termasuk penyakit menular dan mematikan. Sumber utama penularan adalah pasien TB Paru. Orang yang kontak dengan pasien TB Paru lebih berisiko tertular, terutama keluarga yang tinggal serumah. Ketidaktahuan tentang penyakit serta sikap negatif terhadap TB menimbulkan stigmatisasi, akibatnya masyarakat enggan untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan. Oleh karena itu perlu dikembangkan strategi informasi yang tepat untuk mengurangi stigmatisasi penyakit TB dengan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pengendalian TB melalui kegiatan pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendidikan kesehatan terhadap praktik pencegahan penularan TB Paru pada keluarga kontak serumah di Kabupaten Pringsewu Lampung.
Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan desain Explanatory Sequential, sebanyak 260 responden dilibatkan (kelompok intervensi dan kontrol) dan purposive sebagai teknik sampling. Tahap kuantitatif dilakukan dengan quasi eksperimen, dan tahap kualitatif dilakukan dengan FGD.
Analisis jalur (path analysis) menjelaskan terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 64%, sikap (85%), praktik pencegahan oleh keluarga (74%), dan praktik pencegahan oleh pasien (76%) setelah pendidikan kesehatan, lebih lanjut analisis jalur menjelaskan bahwa praktik pencegahan oleh pasien memberikan kontribusi sebesar 34% terhadap pencegahan penularan.
Program pendidikan kesehatan yang terstruktur dengan menggunakan model komunikasi transaksional dan melibatkan partisipasi keluarga efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik pencegahan penularan yang akan berkontribusi pada pencegahan penularan TB.